Kinerja Keuangan Mandiri Syariah Makin Kinclong, Raih Laba Rp. 435 Miliar

0
75084
Direktur Utama Mandiri Syariah Toni E.B. Subari (tengah) diapit Direktur Putu Rahwidhiyasa (kanan), Ade Cahyo Nugroho (kedua kanan), Achmad Syafii (kiri) dan Kusman Yandi (kedua kiri). Foto: Atoen

JOBSMEDIANET.COM, JAKARTA – Di tengah situasi perekonomian yang menantang, PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) pertumbuhan bisnisnya memperlihatkan kinerja yang sehat dan berkesinambungan. Hasilnya, anak usaha dari Bank Mandiri ini mampu membukukan  laba bersih sebesar 67 persen year on year (yoy) pada Kuartal III – 2018,  sebesar Rp 435 miliar, naik dibandingkan periode yang sama sebelumnya sebesar Rp 261 miliar.

Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari , dalam keterangannya kepada wartawan, saat memaparkan kinerja keuangan Mandiri Syariah, di Kantor Pusat Mandiri Syariah mengatakan, meningkatnya laba yang cukup signifikan ini didorong  oleh membaiknya kinerja bisnis pembiayaan dan pendanaan, Fee Based Income (FBI), perbaikan kualitas pembiayaan, dan efisiensi biaya.

Diakui, dari jumlah pendapatan perusahaan yang menghasilkan laba tersebut, segmen konsumer mencatatkan pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan sebesar 28,65 persen yoy dari semula Rp 19,54 triliun menjadi Rp 25,14 triliun.

Menjelaskan soal peningkatan FBI, Toni mengatakan, cukup mencolok sebesar 16,34 persen dari Rp 681 miliar menjadi Rp 792 miliar pada kuartal III – 2018. Peningkatan tersebut disumbangkan oleh kenaikan transaksi elektronik channel dan bisnis treasury.

Ia melanjutkan, dari sisi pendanaan, Mandiri Syariah mencatatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10,07 persen dari Rp 74,75 triliun pada kuartal III – 2017 menjadi Rp 82,28 triliun. Pertumbuhan tersebut, terutama didorong oleh produk Tabungan yang meningkat 13,77 persen menjadi Rp 32,99 triliun per kuartal III – 2018.

Sedangkan pembiayaan Mandiri Syariah per kuartal III 2018 tumbuh sebesar 11,11 persen dari semula Rp 58,72 triliun pada kuartal III – 2017, menjadi Rp 65,24 triliun.

Dengan perolehan tersebut, aset Mandiri Syariah per kuartal III 2018 tumbuh 11,01 persen dari Rp 84,09 triliun per posisi kuartal II 2017 menjadi Rp 93,35 triliun.

“Peningkatan ini tentu juga karena tren syariah yang semakin menguat di masyarakat, sehingga Mandiri Syariah bisa fokus untuk pertumbuhan bisnis yang sehat dan sustain,” ungkap Toni

“Estimasi kami, hingga akhir tahun angka pembiayaan bisa meningkat lebih tinggi dari yang dicapai kuartal III-2018,” ujarnya.

Meski punya target meningkatkan pembiayaan, tapi Mandiri Syariah tetap prudent dalam menyalurkan  pembiayaan. Mengingat saat ini harus dilakukan perbaikan bank, dan hasilnya dapat dilihat dari penurunan NPF Nett semula 3,12 persen menjadi 2,51 persen. Sementara, NPF Gross turun dari 4,69 persen menjadi 3,65 persen.

Berkaitan dengan Milad ke-19 dan untuk melengkapi layanan digital  kepada Nasabah, Mandiri Syariah meluncurkan layanan asisten interaktif melalui sosial media dengan nama Aisyah.

Aisyah akan menjawab pertanyaan dan keluhan nasabah melalui telegram, Facebook Messenger dan live chat di website. Mandiri Syariah juga melakukan enhancement mobile banking pada platform IOS.

Editor/Penulis: atoen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here