Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo Menilai: Defisit Transaksi Berjalan Indonesia Masih Wajar

0
738

JOBSMEDIANET.COM, JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi kuartal III-2018, yang 5,17 persen memperlihatkan bahwa ekonomi domestik Indonesia masih berjalan, meski dalam tekanan ekonomi global. Akibatnya, ekonomi Indonesia hingga kini masih mengalami masalah, diantaranya defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD).

Namun Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo menilai , defisit transaksi berjalan Indonesia masih dalam batas wajar yakni di kisaran 2,5-3 persen terhadap PDB. Namun Dody yang berbicara dalam diskusi tentang “Indonesia Risk Management Outlook 2019” yang diselenggarakan Majalah Stabilitas di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (6/11), mengatakan, Bank Indonesia (BI) menilai defisit transaksi berjalan tak masalah asalkan ekonomi terus tumbuh dan masuknya dana asing.

“Defisit transaksi berjalan Indonesia masih dalam batas wajar yakni di kisaran 2,5-3 persen terhadap PDB. Ini juga dialami kebanyakan dari negara berkembang , di level itu,” ujar Dody sambil menambahkan, kalau lihat satu angka di bawah yang healthy itu sebenarnya tidak masalah defisit, selama ekonomi terus meningkat.

Dody mengatakan, ekonomi Indonesia selama ini juga tumbuh diiringi dengan defisit transaksi berjalan. Dalam sejarahnya, hanya satu kali terjadi surplus transaksi berjalan yakni pada saat krisis 1998. Hanya saja,  saat itu neraca dagang RI suplus lebih karena anjloknya angka impor yang melebih penurunan ekspor.

“Sehingga catatan itu menurutnya justru tidak sehat,” ujarnya.

Dikatakan, defisit transaksi berjalan juga sebenarnya masih aman asalkan ada dana asing yang masuk ke dalam negeri. Sayangnya dalan 7-8 bulan kemarin terjadi keluarnya arus modal asing.

“Meski begitu, pemerintah, dalam hal ini BI, tetap harus berupaya menekan defisit dan menstabilkan rupiah. Salah satunya dengan mencari cara menekan defisit perdagangan migas,” paparnya.

Cara lainnya, lanjut Dody dengan mendorong sektor pariwisata. Dengan begitu diharapkan akan masuk devisa dari banyaknya kunjungan turis asing. Namun sejauh ini, permintaan  domestik masih menjadi  motor penggerak pertumbuhan ekonomi akhir tahun 2018.

Penulis/Editor: Atoen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here