Uni Emirat Arab dan Qatar Berminat Datangkan Pekerja Indonesia Lewat Sistim Satu Kanal

0
441
Direktur PPTKLN Soes Hindharno

Uni Emirat Arab dan Qatar Berminat Datangkan Pekerja Indonesia Lewat Sistim Satu Kanal

JOBSMEDIANET.COM, JAKARTA – Dua negara kaya di kawasan Teluk yaitu Uni Emirat Arab dan Qatar berminat untuk mendatagkan pekerja migran dari Indonesia lewat sistim satu kanal seperti yang bakal dilakukan Indonesia ke Arab Saudi.

 

Direktur Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri, kementerian Ketenagakerjaan, Soes Hindharno dalam pecakapan dengan media ini di ruang kerjanya, menjelaskan, pihaknya telah menerima permintaan dari kedua negara itu. Dalam waktu dekat delegasi dari pemerintah UEA danQatar akan berkunjung ke Indonesia untuk membicarakan soal itu. Namun dia belum memastikan kapan pertemuan itu akan berlangsung.

 

Yang pasti, kata Soes, penempatan PMI melalui mekanisme satu kanal itu hanya akan dilakukan pada negara – negara yang telah memiliki sistim perlindungan pada pekerja asing hingga PMI akan terlindungi secara hukum dan norma ketenagakerjaan. Disebutkannya, UEA dan Qatar telah memiliki undang – undang perlindungan pekerja asing.

Sistim satu kanal itu pun baru pada tingkatan uji coba dengan persyaratan sangat ketat baik dari sisim penempatan, perlindungan dari norma ketenagakerjaan dan kualitas ketrampilan PMI.

Pada 11 Oktober 2018, pemerintah Indonesia dan Saudi Arabia menyepakati kerjasama bilateral Sistem Penempatan Satu Kanal pekerja migran Indonesia. Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI M Hanif Dhakiri dengan Menteri Tenaga Kerja dan Pembangunan Sosial Kerajaan Arab Saudi Ahmed bin Suleiman bin Abdulaziz Alrajhi.

PENGIRIMAN PLRT TETAP DILARANG

Menyusul ditekennya kerjasama bilateral itu namun pemerintah menegaskan pengiriman TKI sektor domestic atau peñata laksana rumah tangga (PLRT ) tetap dilarang. “ Peraturan Menteri No 260 tahun 2015 tentang penghentian dan dan pelarangan penempatan TKI pada pengguna perseorangan di kawasan Timu Tengah, tetap berlaku”,tandas Soes Hindarno.

Hal sama ditegaska kembali Direktur Jenderal Pembinaan, Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan, Maruli A. Hasoloan pada rilis yang dikirim Humas Kemnaker pada media ini kemarin.

 

Maruli merasa perlu menjelaskan hal ini guna menghindari pemahaman keliru pada masyarakat menyusul disepakatinya kerja sama uji coba (pilot project) secara terbatas Sistem Penempatan Satu Kanal (one channel) pekerja migran antara pemerintah Indonesia dengan Saudi Arabia.

 

Memang, lanjut Maruli, kerja sama tersebut terkait penempatan pekerja migran Indonesia pada sektor domestik. Namun tidak berarti calon pekerja migran bisa berangkat dengan mudah. Uji coba hanya untuk jumlah terbatas, dan hanya untuk enam jabatan  (baby  sitter, family cook, elderly caretaker, family driver, child careworker, housekeeper), serta hanya penempatan di Jeddah, Madinah, Riyadh, Damam, Qobar dan Dahran).

 

Calon pekerja migran juga harus mengikuti pelatihan dan memiiki sertifikat kompetensi dan mendaftarkan diri ke Dinas Tenaga Kerja setempat atau Layanan Terpadu Satu Atap di daerah. Bukan melalui perusahaan jasa penempatan swasta.

Penulis/Editor : Erwan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here