Penempatan Pekerja ke Timur Tengah Tetap Dilarang, Meski Ada Uji Coba ke Arab Saudi

0
464

 

JOBSMEDIANET.COM, JAKARTA –- Direktur Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri, Kementerian Ketenagakejaan Soes Hindharno memastikan penempatan pekerja migran Indonesia ke sejumlah negara di kawasan Timur Tengah tetap dilarang, meski pada Kamis lalu, pemerintah Indonesia dan Arab Saudi menandatangani kesepakatan kerjasama bilateral dan penggunaan sistim penempatan satu kanal ( one cannel).

 

Dihubungi jobsmedianet.com di kantornya,Soes Hindharno menegaskan tetap berlakunya, Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 260 tahun 2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan TKI pada Pengguna Perseorangan di Kawasan Timur Tengah.

Sebagaimana diketahui, bersamaan terbitnya Kepmen 260/2015, pada Senin (4/5/2015) Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengumumkan penghentian penempatan TKI di luar negeri ke 19 negara di kawasan Timur Tengah  pada Pengguna Perseorangan atau yang dikenal dengan istilah TKI domestic worker atau penata laksana rumah tangga (PLRT). Ke 19 negara itu adalah Aljazair,Arab Saudi, Bahrain, Irak, Iran, Kuwait, Lebanon, Libya, Maroko, Oman, Pakistan, Palestina, Qatar, Sudan Selatan, Suriah, Tunisia, UEA, Yaman, dan Yordania.

Kebijakan yang disebutnya sebagai hard policy ini diikuti kebijakan soft policy berupa pengetatan penempatan TKI ke neagara – negara Asia Pasific.

 

Soes Hidharno menekakan,kerjasama bilateral dan penggunaan sistim one channel itu merupakan uji coba penempatan ke Arab Saudi melalui mekanisme sangat ketat baik PMI yang akan ditempatkan maupun perusahaan yang akan menempatkan serta kontrol yang ketat oleh kedua negara masing – masing . PMI akan ditempatkan adalah mereka yang telah mengikuti pelatihan kompetensi.

PMI yang akan ditempatkan hanya mengisi jabatan dan keahlian tertentu yaitu baby sitter, family cook, elderly caretaker, family driver, child careworker, housekeeper. PMI sebelum ditempatkan dipastikan telah mengikuti pelatihan selama 600 jam atau 63 hari. “ Jadi, yang ditempatkan adalah pekerja yang memiliki kompetensi dan bekerjanya pun sesuai komptensinya. “Tidak serabutan”tandasnya.

Hal penting ditekankan Soes Hindharno, uji coba ini tidak menargetkan harus menempatkan jumlah tertentu tetapi disesuaikan dengan ketersediaan pekerja yang memiliki keahlian.PMI pun hanya boleh ditempatkan di kota –kota tertentu yang keadaan ekonominya sangat baik seperti Jeddah,Madinah, Riyadh dan wilayah Timur Arab Saudi. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan calon pengguna PMI adalah orang yang memiliki tingkat pendapatan yang tinggi. Penempatan, hubungan kerja dan pemenuhan hak-hak PMI dilakukan melalui agensi yang telah diverifikasi dan diawasi oleh pemerintah Arab Saudi.

Langkah ini, kata Soes, merupakan kebijakan penempatan terbatas dan memperkuat perlindungan bagi PMI secara signifikan.

Dijelaskannya, pihaknya akan segera mengeluarkan Keputusan Menteri sebagai landasan hukum pelaksanaan kebijakan uji coba penempatan PMI ke Arab Saudi. Begitu pula pihaknya dalam waktu dekat akan menyeleksi perusahaan – perusahaan jasa penempatan yang akan digandeng dalam program ini.

Penulis/Editor : Erwan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here